logo

Copyright ©2016 LAZIS PLN Pusat

Disable Preloader

Detail Rubrik

Indonesia Bisa Bangkit Bila Zakat Dikelola Baik

 

Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah (LAZIS) PLN tahun ini menargetkan akan mengucurkan bantuan pendidikan sebesar Rp 40 miliar. Sebagian itu sudah berjalan. Bantuan tersebut secara simbolis diberikan kepada enam rektor perguruan tinggi di Jawa Barat oleh Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah PLN, Nasri Sebayang disaksikan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan.

"Sebagai salah satu bentuk komitmen dan kepedulian sosial dalam mendukung kemajuan serta peningkatan kualitas pendidikan anak bangsa, LAZIS PLN memberikan Beasiswa Cahaya Pintar kepada mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di seluruh Indonesia," ujar Nasri saat menyerahkan Beasiswa, Kamis (25/2) di Gedung Sabuga, Bandung.

Dikatakan Nasri, Program Beasiswa Cahaya Pintar LAZIS PLN tersebut diberikan kepada mahasiswa dari beragam jurusan/program studi yang dimiliki oleh masing-masing perguruan tinggi negeri.

Saat ini, LAZIS PLN telah bekerjasama dengan 27 perguruan tinggi negeri dan swasta di berbagai penjuru Indonesia. "Jumlah penerima manfaat ini sebanyak 2.000 mahasiswa dengan nilai beasiswa total sebesar 40 miliar rupiah," katanya.

Menurut Nasri, sumber dana Beasiswa Cahaya Pintar berasal dari dana zakat para pegawai muslim PLN se-Indonesia melalui kebijakan Direksi yang mewajibkan pemotongan zakat penghasilan pegawai secara otomatis terpusat (automatic payroll system).

Dengan pemotongan zakat terpusat itu, potensi zakat pegawai muslim PLN se-Indonesia mencapai Rp 110 miliar per tahun. Zakat ini, salah satunya akan disalurkan untuk program nasional bidang pendidikan, kesehatan, dan dakwah. “Sasaran program ini adalah mahasiswa yang secara ekonomi kurang mampu atau dhuafa namun memiliki prestasi akademik yang baik," ucapnya.

Di Jawa Barat sendiri, kata Nasri, terdapat sekitar 350 mahasiswa yang menerima Beasiswa Cahaya Pintar LAZIS PLN dengan nilai Rp 7 miliar. Mereka merupakan mahasiswa dari emam perguruan tinggi, seperti Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati, Universitas Padjajaran (UNPAD), Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Universitas Ibnu Kholdun (UIKA).

"Tujuan pemberian Beasiswa Cahaya Pintar ini untuk meningkatkan harapan bagi mahasiswa kurang mampu (dhuafa) agar dapat mengenyam pendidikan yang lebih tinggi dan dapat mengubah dari penerima dana zakat (mustahik) menjadi pembayar zakat (muzakki). Bantuan beasiswa yang diberikan sebesar Rp 5 juta per orang per tahun selama masa pendidikan," tegasnya.

Dengan demikian, lanjut Nasri, terdapat jaminan bahwa para mahasiswa dhuafa berprestasi tersebut dapat menyelesaikan pendidikannya hingga lulus dan dapat menyumbangkan ilmunya serta memperbaiki taraf hidup keluarganya. Selain mendapatkan beasiswa pendidikan, katanya, para mahasiswa penerima program ini juga mendapatkan pembinaan rutin ke islaman dalam rangka peningkatan aqidah dan pelatihan disaster manejeman untuk di siapkan menjadi relawan program dakwah dan kemanusiaan LAZIS PLN.

Meringankan beban

Sementara itu, Ghina Tsuraya (17 tahun), mahasiswa Manajemen Industri Katering UPI mengaku sangat terbantu dengan adanya beasiswa tersebut. Menurutnya, beasiswa itu sangat meringankan beban orang tuanya dalam membiayai pendidikan dirinya.

"Apalagi dalam mendapatkan beasiswa ini, saya perlu perjuangan menyisihkan teman-teman lain yang juga sama menginginkan beasiswa. Saya harus bisa mempertahankan nilai kuliah dengan baik, juga harus bisa melengkapi persyaratan yang dibutuhkan," ungkapnya.

Dalam kesempatan ini, LAZIS PLN pun menyalurkan bantuan untuk program Pesantren Bersih dan Kaderisasi Dakwah kepada 5 pesantren  sebesar Rp 250 juta, bantuan  operasional untuk SMK Pertanian Tanjungsari Sumedang  sebesar Rp 50 juta dan program Kaderisasi Dakwah sebesar 50 juta.

Selain Aher, hadir dalam kesempatan ini Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar, Ketua LAZIS PLN, Syamsurijal Munif,  General Manager (GM) PLN Disjabar, GM UIP VI, GM TJBT, GM PUSHARLIS dan GM Pusdiklat PLN. ***

Share:


Share to Facebook
Tags: