logo

Copyright ©2016 LAZIS PLN Pusat

Disable Preloader

Detail Rubrik

LAZIS PLN Mewisuda 40 Mahsantri PeTIK Sebagai Calon Teknokrat Yang Berakhlak Islami

Jakarta, (11/09) Untuk ke-4 kalinya, LAZIS PLN/ YBM PLN melalui PeTIK (Pesantren Teknologi Informasi dan Komunikasi) mewisuda para mahasantrinya. Dalam wisuda kali ini, terdapat 40 mahasantri dari keluarga dhuafa / kurang mampu utusan dari berbagai daerah di Indonesia yg diwisuda dan dinyatakan lulus dari PeTIK dan merupakan wisuda yang paling besar sejak PeTIK berdiri di tahun 2010. Wisuda dihadiri oleh para wisudawan, orang tua, para muzakki (pembayar zakat) dari karyawan PLN Pusat, Direksi PLN selaku Pembina dan para pengurus LAZIS PLN/ YBM PLN Pusat.

Acara berlangsung lancar dan penuh hikmat dengan diiringi lantunan ayat suci al-qur’an dan beberapa penampilan seni tarik suara dari perwakilan wisudawan. Selain itu, di acara tersebut juga dilangsungkan tasyakuran sebagai rasa syukur atas semua pencapaian PeTIK selama kurang lebih 7 tahun berdiri. Di wisuda kali ini terdapat 3 wisudawan terbaik, yang mana sebagai apresiasi mereka akan diberikan beasiswa S1 di STT PLN dan STT Nurul Fikri.

"Program PeTIK merupakan komitmen LAZIS PLN untuk ikut andil dalam pembangunan manusia Indonesia melalui pendidikan teknologi informasi. Dan Alhamdulillah sampai sekarang sudah mewisuda 4 angkatan. Semoga PeTIK bisa terus melahirkan lulusan-lulusan yang handal dalam ilmu teknologi informasi dan mempuyai akhlak yang islami." Ungkap Muhammad Ali, Direktur HCM PT PLN (Persero).

PeTIK merupakan pesantren yang dibangun di tahun 2010 di Depok, Jawa Barat, oleh LAZIS PLN untuk memberikan bantuan secara cuma-cuma kepada para pemuda-pemuda muslim Indonesia yang berasal dari keluarga kurang mampu, namun memiliki potensi dan semangat belajar tinggi. Para Santri di PeTIK mendapatkan pendidikan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi), ilmu-ilmu agama, dan pelatihan soft skill dalam kewirausahaan. Semua itu ditempuh dalam waktu pendidikan 1 tahun dan setara D2. Dengan begitu, PeTIK diharapkan bisa melahirkan para pemuda muslim yang berwawasan teknokrat, berakhlak mulia, berjiwa wirausaha dan pada ahirnya mampu memutus rantai kemiskinan minimal di keluarganya.

Sampai dengan angkatan ke-4 ini, sudah 86 orang yang menjadi alumni. Mereka setelah lulus, banyak yang melanjutkan pendidikannya ke jenjang  yang lebih tinggi, bahkan sudah banyak diterima di tempat kerja yang cukup bonafid.

Ukasyah, Salah satu wisudawan yang berasal dari Riau berujar “Kami sangat bahagia dengan keberadaan PeTIK di era globalisasi seperti sekarang ini. Di tengah mahalnya biaya pendidikan, PeTIK hadir membawa secercah harapan bagi kami untuk bisa mendalami ilmu yang diharapkan dapat menjadi bekal bagi kami ke depannya tanpa perlu mengeluarkan biaya.

Bulan ini, LAZIS PLN/ YBM PLN akan kembali menerima mahasantri sebanyak 50 mahasantri yang sudah terseleksi dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka akan memulai kegitan belajarnya dari tanggal 20 Agustus 2017. Di tahun ini juga, Insya Allah LAZIS PLN/YBM PLN akan memulai pembangunan kampus dan asrama putri PeTIK yang ke-2 yaitu di Kota Jombang, Jawa Timur, dan ditargetkan di tahun 2018 sudah bisa dioperasikan.

Share:


Share to Facebook