logo

Copyright ©2016 LAZIS PLN Pusat

Disable Preloader

Detail Rubrik

Membuka Kunci Kemakmuran Bangsa

Saat memberikan sambutan dalam wisuda santri Pesantren Teknologi Informasi dan Komunikasi (PeTIK) yang dikelola Lembaga Amil Zakat Infak dan Shodaqoh (LAZIS) PLN, beberapa waktu lalu, Direktur Regional Jawa Bali PLN, Amin Subekti, melontarkan ungkapan sarat makna.

Menurutnya, “Kata orang bijak, jika ingin membangun kemakmuran dalam tiga bulan, maka tanamlah jagung. Jika ingin membangun kemakmuran dalam 30 tahun, tanamlah pohon jati. Tapi, jika ingin kemakmuran 100 tahun atau seumur hidup, maka didiklah anak kita.”

Pendidikan. Itu yang digarisbawahi. Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, pun mengatakan, pendidikan sangat penting untuk sebuah negara. Pasalnya, kata Aher, panggilan akrab Ahmad Heryawan, tidak ada sebuah negara yang kuat kecuali negara itu memajukan pendidikannya.

“Bahkan, dalam cerita sejarah perang dunia II, kaisar jepang Hirohito sempat pingsan saat bom atom di Hirosima-Nagasaki. Tapi, saat Kaisar terbangun, yang pertama dia tanyakan adalah berapa guru dan dosen yang masih hidup. Itu karena begitu pentingnya pendidikan bagi sebuah bangsa,” tuturnya.

Pernyataan Aher itu disampaikan saat pemberian Beasiswa Cahaya Pintar , di Gedung Sabuga, Bandung, Kamis (25/2). Menurutnya, sumber daya manusia yang andal tidak hadir begitu saja, tapi harus melewati proses pendidikan dengan baik. Begitu pun dengan pendidikan, tidak bisa terwujud dengan baik jika tidak ada guru dan dosen tangguh yang mewujudkannya.

"Siapapun di antara kita tidak akan menjadi seperti sekarang kecuali ada sentuhan yang sangat panjang dari guru dan dosen. Setelah ditelusuri, lonjakan kemakmuran sebuah bangsa terjadi ketika bangsa itu menguasai ilmu pengetaahuan dan teknologi," ucapnya.

Karena kunci kemakmuran suatu negara sangat dipengaruhi oleh penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut, dia berharap, para penerima beasiswa tidak bosan-bosannya menuntut pengetahuan dan terus berinovasi.

"Jangan berhenti mencari pengetahuan. Jangan berhenti berinovasi. Insya Allah, ke depan dunia akan menghargai inovasi-inovasi tersebut. Saya punya harapan besar kepada Anda semua untuk menggetarkan Jawa Barat dan Indonesia," jelasnya.

Beasiswa Cahaya Pintar

Dalam kesempatan itu, Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah (LAZIS) PLN mengucurkan bantuan pendidikan dengan total Rp 40 miliar. Sebagian bantuan itu secara simbolis diberikan kepada enam rektor perguruan tinggi di Jawa Barat oleh Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah PLN, Nasri Sebayang disaksikan Ahmad Heryawan.

Nasri mengatakan, beasiswa itu sebagai salah satu bentuk komitmen dan kepedulian sosial PLN dalam mendukung kemajuan serta peningkatan kualitas pendidikan anak bangsa. Menurutnya, saat ini LAZIS PLN telah bekerjasama dengan 27 perguruan tinggi negeri dan swasta di berbagai penjuru Indonesia. “Jumlah penerima manfaat ini sebanyak 2.000 mahasiswa dengan nilai beasiswa total sebesar 40 miliar rupiah,” sebutnya.

Sekretaris Perusahaan PLN, Adi Supriono, menyebutkan, setelah melakukan pemotongan zakat pegawai muslim secara terpusat, dana LAZIS PLN meningkat signifikan. Setiap zakat penghasilan pegawai muslim PLN langsung terpotong secara otomatis dan masuk ke kas LAZIS PLN sesuai Peraturan Direksi PLN No 012/DIR/2015.

Tidak tanggung-tanggung, penghimpunan dana zakat ini melonjak hingga sepuluh kali lipat. Kebijakan yang diterapkan sejak September 2015 ini, mampu mendulang keberkahan zakat dari Rp 8 miliar setahun menjadi Rp 80 miliar per tahun, bahkan ditargetkan mencapai Rp 100 miliar. ***

Share:


Share to Facebook
Tags: