logo

Copyright ©2016 LAZIS PLN Pusat

Disable Preloader

Detail Rubrik

Penyaluran Beasiswa Cahaya Pintar di Jawa Tengah

Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah (LAZIS) PLN melalui program Beasiswa Cahaya Pintar menyalurkan bantuan pendidikan sebesar Rp 1 miliar untuk 200 mahasiswa dari empat perguruan tinggi di Jawa Tengah. Setiap mahasiswa mendapatkan beasiswa senilai Rp 5 juta per tahun.

Bantuan beasiswa secara simbolis diberikan kepada Rektor UNDIP, Rektor UNISSULA, Rektor UMS, dan Rektor IAIN Purwokerto oleh Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah PLN, Nasri Sebayang disaksikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, pada acara launching Program LAZIS Beasiswa Cahaya Pintar, di Gedung Ghradika Bhakti Praja, Senin (18/4).

“Sasaran program ini adalah mahasiswa yang secara ekonomi kurang mampu atau dhuafa, namun memiliki prestasi akademik yang baik. Tujuannya untuk meningkatkan harapan bagi mahasiswa kurang mampu agar dapat mengenyam pendidikan yang lebih tinggi dan dapat mengubah posisi dari penerima dari dana zakat menjadi pembayar zakat,” kata Nasri Sebayang.

Ditambahkan, secara keseluruhan LAZIS PLN telah menjalin kerja sama dengan 27 perguruan tinggi di Indonesia untuk menyalurkan Beasiswa Cahaya Pintar bagi 2.000 mahasiswa dari berbagai program studi.

Nilai beasiswa yang disalurkan mencapai Rp 40 miliar. Pemberian beasiswa itu dinilai penting karena ke depan PLN membutuhkan banyak SDM yang andal, dan beriman seiring dengan semakin banyaknya pembangunan energi yang dilakukan PLN.

Selain beasiswa, LAZIS PLN juga menyalurkan bantuan untuk Program Pesantren Bersih dan Kaderisasi Dakwah kepada empat pondok pesantren dengan total nilai Rp 200 juta, bantuan sarana dan prasarana untuk SMK Nurul Barqi sebesar Rp 260 juta, dan bantuan berupa Program Pemberdayaan Masyarakat Kelompok Tani di empat kampung di lereng Merbabu.

Gubernur Ganjar Pranowo menyampaikan program Beasiswa Cahaya Pintar menjadi sebuah harapan besar bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik, sehingga kehidupan mereka di masa yang akan datang menjadi lebih baik. Program beasiswa ini, juga sangat membantu pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan.

“Kalau penerimanya dari golongan yang tidak mampu, kita harapkan Anda itu lulus, bekerja, tentu bayarannya lebih baik dari orang yang tidak sekolah, dari pada lulusan SD, SMP, SMA, atau SMK. Pada saat itu sebenarnya Anda akan menjadi tulang punggung berikutnya untuk keluarga. Dan nasib dari keluarga itu juga akan ditentukan oleh kualitas pendidikan anak turunnya nanti. Sejarah sudah mencatat semuanya itu. Bangsa-bangsa yang hebat itu, pendidikannya pasti hebat. Keluarga yang hebat itu, biasanya juga anak-anak dan keluarganya berpendidikan yang hebat,” paparnya.

Ganjar akan mendorong BUMN-BUMN lain di Jawa Tengah untuk melakukan hal yang serupa, khususnya perbankan, sehingga bisa membantu menyelesaikan persoalan-persoalan kemiskinan dengan lebih cepat.

“Bagaimana kita mengentaskan kemiskinan? Cukupkah dengan APBN dan APBD? Tidak. Maka bantuan semacam ini, baik dari zakat, infak, shodaqoh yang ada di LAZIS, kita harapkan dari BUMN yang lain bisa kita dorong. Insya Allah nanti di Jateng akan saya kumpulkan, khususnya perbankan agar bisa melakukan percepatan satu akses, dan akses itu bisa menyelesaikan persoalan-persoalan kemiskinan di luar APBD dan APBN,” tutupnya. humas jateng

Share:


Share to Facebook
Tags: