logo

Copyright ©2016 LAZIS PLN Pusat

Disable Preloader

Detail Rubrik

Program Senyum Guru Ngaji Jelang Lebaran

Hampir setiap orang memahami pentingnya pendidikan agama untuk anak. Pendidikan agama yang harus digali secara menyeluruh. Mulai mempelajari kitab suci, hingga pendidikan moral untuk kehidupan.

Namun, tidak banyak orang yang menyadari pendidikan agama itu memerlukan anggaran tidak sedikit. Hingga kini, banyak masyarakat memandang sebelah mata guru ngaji yang telah memagari anaknya dengan pendidikan agama. Guru-guru ngaji ini, tak pernah meminta bayaran sedikitpun. Gratis dan ikhlas.

Seperti disampaikan Mar’atin Solihah, 45 tahun. Guru ngaji dari Pulogadung, Jakarta Timur. Setiap malamnya, dia senantiasa mengajar lebih dari 100 anak di sekitar rumahnya. Memberikan pelajaran agama sebagai bekal anak untuk kehidupannya saat dewasa.

“Saya tidak pernah menentukan iuran. Silahkan anak-anak yang mau mengaji, datang saja ke rumah. Nggak usah mikir berapa bayarnya, kami ikhlas tanpa dibayar,” ujar Mar’atin saat berbincang, di Jakarta, (21/6).

Ibu dari lima anak ini mengakui, masih banyak orang tua anak-anak didiknya yang memberikan sebagian rejeki mereka untuknya. Karena tak ditarif, pengajian di rumahnya pun cukup banyak diminati.

“Ada lebih dari 100 anak yang kami ajari. Meski seikhlasnya, banyak warga yang mengerti kondisi ini. Mereka ngasih 25- 50 ribu rupiah per bulan untuk kami. Ya, kami ikhlas berapapun diberinya,” katanya.

Bahkan, ungkapnya, tidak sedikit warga yang enggan memberi uang lelah. Tapi, karena anaknya berprestasi, Mar’atin rela membelikannya hadiah. Padahal, anak itu tak pernah membayar untuk proses belajar agama di rumahnya.

Menjelang lebaran Idul Fitri ini, Mar’atin tak bisa menutupi kegembiraanya. Bersama ratusan guru ngaji lain di Jabodetabek, Mar’atin mendapat santunan dari Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah (LAZIS) PLN Pusat.

“Alhamdulillah, setelah sekian lama ada perhatian dari pihak lain. Saya harap, pemerintah pun memberi perhatian kepada guru ngaji, seperti halnya PLN ini,” ucapnya.

Bertempat di Kafila Sport Center, Kramat Jati, Jakarta Timur, ada 500 guru ngaji yang mendapat santunan dari Lazis PLN Pusat. Bertajuk “Bahagia untuk semua”, Lazis PLN membuat program senyum bareng guru ngaji dengan memberikan santunan untuk 1000 ustadz di Indonesia.

Plh General Manager Lazis PLN, Suryanto mengatakan, program senyum bareng guru ngaji merupakan bagian dari empat program ramadan. Salah satunya, berbagi bareng dhuafa, berbagi bareng anak yatim dan buka puasa dengan dhuafa.

“Dalam program senyum bareng guru ngaji ini, setiap guru ngaji mendapat santunan sebesar Rp 500 ribu. Di Jabodetabek, kami undang 500 orang guru ngaji. Sedangkan seluruh Indonesia mencapai seribu guru ngaji,” katanya.

Share:


Share to Facebook